Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Hanya untuk Iphone, Pengguna Android Sebar Curhatan Soal Clubhouse



Nasib pengguna android saat lihat story instagram akhir-akhir ini penuh dengan bahasan clubhouse, cerita menarik berpengalaman menggunakan clubhouse menjadi hype, seolah mau nyoba ikut hype, eh pas mau download malah tidak bisa. Seakan-akan nasib anak android mengalami beda strata sosial, canda strata sosialll...

Jika lihat anak meme sebar karyanya. terdengar agak sedih ya anak android seperti hanya bisa nyimak saja. 


Apa itu Clubhouse?

Sederhananya clubhouse ini adalah platform audio untuk diskusi, ga beda jauh sama podcast, namun ini versi live. Tapi kok se-hype itu?

Yuk kita sharing, kenapa clubhouse bisa meroket cepat dalam waktu singkat. 


Sebenarnya, Clubhouse bukanlah aplikasi baru, apalikasi ini dirilis April 2020 lalu, Berdasarkan data pada Mei 2020 pengguna clubhouse hanya 1500 user, namun popularitas clubhouse ini melejit Ketika Bos Tesla, sosok yang kini dielu-elukan pebisnis, Elon musk mulai menggunakan aplikasi tersebut. Boom! Sejak awal 2021 hingga Februari akhir ini jumlah unduhan meningkat hingga 8,1 juta unduhan.

Namun, tidak bisa dipungkiri hal lain yang membuat clubhouse ini meroket cepat, tentu kesan awal pengguna clubhouse ini yaitu eksklusivitas, selain hanya pengguna iphone, pendengar di clubhouse tidak bisa sesuka hati seperti media sosial lain, pengguna clubhosuse harus mendapat invitation terlebih dahulu dari pengguna lain untuk dapat berbincang, atau masuk dalam forum perbincangan, saat daftar pun sudah harus booking username dan harus ada invitation dari teman yang telah melakukan log in lebih dahulu, makannya wajar kalau banyak yang jualan clubhouse invitation ini di market place. Wkwk. Tapi fakta lainnya ga semua pengguna iphone bisa menginstal clubhouse, karena clubhouse ini hanya bisa dipakai di Ios Versi 13.0 ke atas. 


Selain live, sehingga tanpa edit, tanpa siaran ulang, dan dirancang lebih sederhana dalam bentuk audio, Clubhouse dalam kebijakan platformnya atau disebut community guidelines  juga melarang merekam dan menyebarkan segala konten yang tersiar ke media sosial lainnya. Kemungkinan dengan ini orang yang buka suara di Clubhouse akan lebih pede dan lebih nyaman.  

Clubhouse bener bakal kepake terus? Atau iseng-iseng netizen Indonesia aja?

Saya menanggapi trend menggunakan clubhouse ini hanya eary boomer alias ngga bakal lama, bukan karena tipikal warga net+62 ya dengan kekuatan goibnya membuat sesuatu terkenal, bahkan secepat kilat roket bisa merosotkan kepopulerannya, hmmm banyak banget kan fenomena kek gini. Masih inget kan pokemon Go, Path, sedikit demi sedikit sepi peminat dan bahkan hingga gulung tikar.  Atau mungkin info musiman, atau bahkan hadirnya clubhouse ini hanya mengisi selingan kebosanan untuk seolah pindah dari aplikasi zoom (?).

Selain itu, hingga sekarang sifatnya yang sederhana pun kemungkinan bisa jadi boomerang. Aplikasi media social yang dibuat sedemikian sederhana pun tetap membuat opsi lainnya agar pengguna tetap terus menggunakan aplikasi itu, Instagram dengan storynya contohnya, dan lain-lain. 

Tapi harap hati-hati juga ya, jangan nekat pengen hype tapi nyari jalan pintas yang belum tau keamananya, infonya sudah marak aplikasi Clubhouse palsu untuk pengguna android, namun justru berpotensi membahayakan keamanan privasi teman-teman. Tiruan aplikasi cubhouse palsu ini biasanya akan memeinta izin ke perangkat pengguna untuk meminta titik lokasi, merekam audio, dan meminta menyetujui agar bisa mengakses aplikasi lainnya di handphone pengguna. Sudah banyak terjadi, data privasi pengguna tersebut biasanya yang akan digunakan pembuat aplikasi untuk hal yang tidak kita inginkan, atau bahkan bisa saja kejahatan. 


Sabar, bagi yang ingin juga mencoba merasakan clubhouse, kabar gembiranya, aplikasi buatan perusahaan Alpha Expploration Co ini, nantinya Clubhouse ini bakal terbuka juga untuk pengguna android. Kalau belum ada ancaman aplikasi lainnya yang lebih menarik. Karena kabarnya Twitter pun sedang menguji fitur Spaces yang memiliki konsep mirip clubhouse. Jadi sebenernya jika clubhouse bisa ngikut atau adaptif terhadap kebutuhan, akan jadi besar. We’ll see lah ya

Jadi, kalian pernah curhat yang sama juga?  Atau punya unek-unek yang sama soal hype nya Clubhouse? Sebar aja artikel ini biar curhatnya biar terlihat sedikit intelek.

Baca juga Netizen Indonesia Rusuh. Disebut Microsoft: Netizen Paling Tidak Sopan