Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

1 Tahun Pandemi, Masih Ingat Kelakar Pejabat Kita Tentang Corona?

Pandemi sudah berlangsung 1 tahun lamanya, sejak diumumkannya kasus pertama Covid-19 di Indonesia oleh Presiden Joko Widodo, namun kita pasti masih ingat kelakar atau pernyataan unik yang tidak masuk akal, yang dilontarkan para pejabat kita tentang virus corona.

Pengumuman tersebut menggegerkan Indonesia, bagaimana tidak, Indonesia saat itu masih berpikir Covid-19 tidak akan mungkin masuk ke Indonesia. Laju kasus Covid-19 di negara lainnya pun hanya menjadi bacaan informasi biasa. Lantas saking pedenya, banyak para pejabat lalai, dan menganggap sepele, dan menjadikan kejadian itu sebagai lelucon belaka. 

Kasus covid-19 di Indonesia hingga saat ini telah mencapai 1,34 juta jiwa, kebijakan yang terus berubah-ubah menunjukkan ketidaksiapan pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi pandemi ini. Atau mungkin karena awalnya kita menyepelekan?

Viralabs mengajak teman-teman untuk menolak lupa, apa kata pejabat soal corona virus, saat awal penanganan.   


Dikutip dari pemberitaan Antaranews, mantan Menteri Kesehatan Indonesia, Terawan Agus Putranto mengatakan,

"Yang pakai masker itu yang sakit. yang tidak sakit, yang sehat tidak perlu pakai masker."


Pada Februari 2020, Indonesia telah berada pada fase waspada, masyarakat mulai berpikir bahwa virus corona akan masuk Indonesia. Pemberitaan tentang penelitian WHO bahwa virus corona pada waktu itu seharusnya telah memasuki Indonesia.

Mantan Menteri Kesehatan Indonesia, Terawan Agus Putranto mengatakan, 

"Itu namanya menghina itu. Wong peralatan kita, makanya kemarin di-fix-kan dengan duta besar Amerika. Kita menggunakan dari Amerika. Kitnya, kit boleh gunakan dari mana aja, tapi kita gunakan dari Amerika,"


"Virus Corona enggak masuk ke Indonesia karena izinnya susah."
- Bahlil Lahadalia, Kepala BKPN


"InsyaAllah ya, Covid-19 tidak masuk ke Indonesia karena setiap hari kita makan nasi kucing, jadi kebal."
- Budi Karya, Menteri Perhubungan

Entah apa tujuan para pejabat negara berkata demikian, pasalnya bukan untuk lelucon, kata-kata tersebut pun dikutip di media massa, dan bukan asal lucu-lucuan.

Sontak pernayataan pemerintah pun diakui masyarakat, viral di media sosial, menyebarkan paham bahwa Indonesia akan baik-baik saja, seakan-akan meminta rakyat Indonesia santai menghadapi situasi saat itu. 


Pada akhirnya, musibah tetap musibah, tidak bisa diprediksi, walau pun bisa, tidak akan tepat 100 persen. Semoga kita semua bisa belajar dari rentetan kejadian yang telah terjadi. 

Barangsiapa yang harinya sekarang lebih baik daripada kemarin maka dia termasuk orang yang beruntung. Barangsiapa yang harinya sama dengan kemarin maka dia adalah orang yang merugi. Barangsiapa yang harinya sekarang lebih jelek daripada harinya kemarin maka dia terlaknat.

Dengan begitu, mudah-mudahan pandemi cepat usai dan kita bisa bersua keluarga sesuka cita. Bekerja dengan ceria. 





Baca juga Kementerian Gelar Vaksin Perdana, Komentar Netizen Bikin Senyum Hingga Ketawa