Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

5 Teknik Closing Ampuh dalam penjualan


Masalah pertama dan utama dalam bisnis adalah penjualan, Jika tingkat penjualan menurun tentu akan berdampak ke semua aspek bisnis. Sehingga divisi penjualan adalah ujung tombak dari bisnis, Jika divisi penjualannya melempem atau letoy tentu ini akan berakibat fatal.

Nah Divisi penjualan tentu akan berhadapan langsung dengan calon konsumen akan bermasalah jika tidak memiliki ilmu closing penjualan karena bisa membuat calon konsumen kabur begitu saja. Jika sering teman-teman perhatikan bagaiman divisi penjualan atau sales profesional menangani calon konsumen maka akan ditemukan pola yang hampir sama.

Sebagai contoh sales asuransi hingga sales bank bagaimana menawarkan prodaknya teruma lewat telepon. Pertama-tama biasanya mereka akan menyampaikan beberapa masalah atau fakta yang konsumen alami, tentu fakta ini didapat dari data konsumen di bank.

Kurang lebih seperti ini pertanyaannya, Setelah Basa-basi perkenalan awal,

- Halo Kami dari bank Anu Kami cek saudara memiliki beberapa anggota keluarga?

- Bapak mau kan jika kesehatan keluarga bapak terjamin di masa akan datang?

- Kami dari Bank Anu siap mengkover semua masalah kesehatan bapak di masa akan datang, Namun bapak sebelumnye bersedia mendengarkan ulasan kami?

-Prodak ini sangat murah, coba bapak bandingkan jike membiaya rumah sakit, bagaimana murah kan pak?

- Ini bisa menjamin kesehatan keluarga anda di masa depan, Enak kan ya pak?

- Jadi kami menawarkan prodak anu, ini lebih mudah, lebih hemat, lebih canggih dan lebih canggih, Dengan bapak membayar premi se anu ini akan ringan, jadi bapak mau bergabung dengan kami sekarang  ya? atau besok?

Akhrinya kebanyakan Konsumen YA MAU BERGABUNG. Dan pola pertanyaan di atas hampir sama dilakukan sales profesional. Yups Karena mereka menggunakan teknik Closing.

Salah satu teknik Closing yang ampuh sering dipakai pertama adalaha YA YA YA.

1. Teknik Jawaban YA YA YA



Teknik Closing YA YA YA adalah teknik closing bagaimana mengajukan pertanyaan yang jawabannya harus YA. Dengan begitu membuat pertanyaan harus menggiring ke jawaban YA. Agar jawaban menggiring ke YA biasanya harus berdasarkan fakta dan logika sebab akibat seperti pertanyaan sales asuransi di atas.

Semakin Banyak pertanyaan yang mengarah ke Ya dan pemaparan sebab akitab berupa fakta, Maka semakin baik. Karena pada akhirnya pertanyaan terakhir akan mengarah kepada, Jadi bapak mau gabung sekarang ya ? Atau besok? Yups tentu tidak ada pilihan untuk tidak Ya.

Nah dengan begitu Tingkat Closing menjadi tinggi, jika pertanyaan ada jawaban NO. maka kembali ke pertanyaan awal dengan sebab akibat fakta dan logika sehingga setelah sampai pertanyaan ke NO akan berulah kembali ke YA jika diulangi, Karena biasanya konsumen akan jadi sedikit males berdebat lagi.

Teknik Ini sangat ampuh dan seperti teknik hipnotis saja jadi jike belum pakai teknik ini segeralah mulai belajar dan membuat pertanyaan jawaban YA YA YA.

Teknik YA YA YA, bisa juga digunakan dalam teknik penulisan copywriting terutama penawaran bisnis.

- Anda sedang tidak punya uang?

- Pelru modal pinjaman dana tanpa bunga?

-Perlu bimbingan bisnis dari ahli langsung juga?

-Mau bergabung dengan komunitas bisninya juga?

Yuk Gabung dengan ABCD...

2. Teknik mengarahkan kepada dua pilihan

Teknik memberikan pilihan adalah teknik lanjutan teknik YA YA YA, jika tiba-tiba ada jawaban konsumen NO atau Tidak, maka saatnya membuat pilihan lainnya.

-Oh begitu, bagaimana dengan yang ini pak? ini lebih murah atau dengan ini yang lebih berkualitas, Bagaimana pak jadi pilih yang A atau B ?

Jika masih membarikan jawaban NO, maka tugas penjualan kembali menjelaskan prodak lain dengan memberikan pemahaman ulang dan fakta-fakta menarik lainnya, di bareng tentu teknik YA YA YA. Akhir dari penjelasan adalah memberikan pilihan-pilihan lain.

Yups Intinya tidak ada pilihan NO, jika terdesak mungkin bisa memberikan piliha waktu berbeda, Oh mungkin besok atau lusa ya pak? Boleh minta nomer kontaknya biar kami hubungi lagi?

Yups jangan sampai menyerah tetap follow up dengan Sopan.

3. Teknik Memberikan Testimoni

Lagi-lagi ini adalah lanjutan teknik memberikan pilihan, Jika penjelasan fakta-fakta prodak pilihan tidak membuat terlalu yakin, Konsumen perlu diberikan penjelasan testimoni-testimoni konsumen.

-Oh ya Kemarena pak Anu beli ini dan coba dan beberapa bulan tumbuh kembali rambutnya, Oh ya ini photo-photonya.

- Wah coba deh tengok bu, Bu ini sekarang menjadi langsing setelah 2 minggu makin hot saja ya

- Ibu pernah lihat artis amanda manopo nah beliau rutin pakai ini lho, ini videonya beliau pakai prodak ini.

Teknik Testimoni ini sangat ampuh membuat calon konsumen yang sempat ragu menjadi tidak terlalu ragu lagi bahkan jadi yakin. Jadi pastikan teman-teman punya testimoni prodak sebagai bukti memang prodak teman-teman layak dan bagus.

Dan tentu tidak disarankan menggunakan testimoni palsu karena jika menipu itu akan membuat konsumen marah dan tidak akant terjadi repet order yang hanya membuat toko anda tutup.

4. Teknik Memberik Bonus

Permasalah Selanjutnya adalah ketika konsumen sudah yakin namun biasanya adalah terjadi penundaan.

Oh oke Jeng aku tanya suami dulu.

Oh Nanti dulu ya uangnya belum cukup.

Jangan sampai kita membiarkan hal tersebut karena jika terjadi penundaan biasanya konsumen lebih banyak lupa atau bahkan jadi tidak minat atau pergi ke toko sebelah. Ini tentu tidak mau kan?

Nah agar membuat calon konsumen tidak menunda teknik bonus adalah salah satu teknik ampuh.

Oh ya Jeng kalau beli besok sayangnya tidak ada bonus baju cantik ini, baju bonusnya terbatas jeng.

Oh Pak kalau beli besok, Bonus helmnya tidak ada karena stok terbatas.

Yups tentu ini akan membuat konsumen tidak menunda untuk membeli, Pastikan berikan bonus yang menggoda dan terbatas sehingga bonus tersebut akan terlihat Mewah.

5. Teknik Keterdesakan Now atau Never


Teknik Now atau Never adalah teknik lanjutan bonus, Jika bonus tidak bisa membuatnya tergiur maka memberikan penawaran terbatas.

Oh ya jika beli besok maaf toko kami tutup karena sekarang edisi cuci gudang.

Oh jika tidak sekarang prodak akan dilelangkan.

Oh jika besok harga akan kembali normal.

Teknik keterdesakan ini akan membuat konsumen berpikir dua kali untuk menolak. Jadi buatlah strategi Now atau Never di awal jangan di akhir agar memang hal tersebut natural atau terbatas.

Sehingga konsumen akan merasa senang jika memang prodak tersebut terbatas dan dia yang dapat.


Jadi mau coba kapan neh teknik sakti ini, sekarang atau besok?


Baca juga Tips Cara Menulis Copywriting yang Menghipnotis