Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Fase Efek Minuman Beralkohol Terhadap Kebahagiaan

 Fase Efek Minuman Beralkohol Terhadap Kebahagiaan

Mengonsumsi minuman beralkohol bisa memengaruhi otak dan prilaku seseorang. Jika dikonsumsi dalam level rendah bisa membuat riang, jika berlebihan bisa sangat berbahaya bahkan bisa menyebabkan meninggal.

Berikut ini fase-fase efek yang diakibatkan mengonsumsi minuman beralkohol mula dari keriangan, terhuyung-huyung, hingga pingsan sampai akhirat.

1.      Fase riang



Menenggak alkohol kurang dari setengah gelas bisa menekan lobus frontal yang memengaruhi kontrol diri, keinginan, dan konsentrasi. Ketika bagian otak ini ditekan, membuat seseorang lebih percaya diri, riang, dan berani berbicara termasuk ke orang asing. Hal inilah yang membuat sebagian orang menyebut minuman keras sebagai salah satu 'pelumas sosial'.

Efek ini terjadi bila kandungan alkohol dalam darah sekitar 0.01 gram/100 ml atau minum sekitar setengah gelas alkohol dalam waktu satu jam.

2.      Fase meracau



 

Jika  kadar alkohol dalam darah 0,10g/100 ml atau menenggak sekitar dua-tiga gelas per jam. Hal ini akan membuat kemampuan motorik terganggu. Ucapan menjadi tidak jelas, bicara mulai ngaco, bahkan nafas pun sudah ga jelas. Saat kondisi seperti itu, jangankan berharap bisa mencari nafkah untuk keluarga untuk mengancingkan baju jadi terasa sulit.

Hal ini terjadi karena efek alkohol sudah mencapai lobus parietal. Ini adalah bagian otak yang mengendalikan tekanan, suhu, rasa, sakit dan Bahasa.

3.      Fase pandangan kabur



Ketika efek alkohol mencapai lobus oksipital yang bertanggung jawab terhadap informasi visual. Kondisi ini biasanya terjadi ketika kadar alkohol dalam darah 0,15 g/100 ml atau sudah menenggak sekitar 4-5 gelas minuman keras dalam waktu satu jam.

Pada kondisi ini pandangan sudah mulai kabur, bertemu laki – laki berambut panjang akan terlihat sangat cantik, dunia akan terasa bergoyang, dan tubuhmu akan terasa melayang.  

4.      Fase ambruk



Ketika tingkat alkohol dalam darah 0,2 g/100 ml (minum lebih dari enam gelas miras dalam sejam) seseorang jadi sulit meraih keseimbangan berdiri apalagi berpikir. Jika kamu berada pada kondisi mabuk berat seperti ini jangan lah kelayaban, karena kamu sudah tidak sadarkan diri. Bisa – bisa saat kamu sadar, kamu berada di alam yang berbeda. Saat itulah kamu akan menyesal karena telah minum alkohol.

 

5.      Fase lemah dan mual



Fase terakhir dari tulisan ini, jika Konsumsi alkohol dalam jumlah tinggi, dengan kadar dalam darah 0,25g/100 ml akan memengaruhi otak tengah yang mengatur gerakan, pendengaran, dan penglihatan. Sehingga, orang itu akan lemas, lemah, tak mampu berdiri, gelisah, mual. Sebagian besar orang sudah kehilangan kesadaran bila sampai tahap ini. Bisa jadi kamu bukan hanya akan muntah darah tapi ruhmu juga akan ikut termuntahkan akibat minman yang kamu teguk.

Bertobatlah!! Jangan sampai minumanmu mengakhiri hidupmu, padahal masih banyak yang belum kamu minum, kamu belum pernah kan merasakan minum air mata ditinggalkan nikah oleh pacarmu. Hehehe..

Baca juga 1 Tahun Pandemi, Masih Ingat Kelakar Pejabat Kita Tentang Corona?