Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Waspada Penipuan Online Berikut Modus Triknya

 

Semakin Canggih teknologi ternyata semakin berkembang juga trik penipuan, bukan hanya offline kini penipuan pun merambak online dan semakin beragam triknya. Bahayanya penipuan ini sudah terstruktur dan bahkan terorganisir mereka serius melakukan penipuan online. Mengapa demikian? Nah berikut  beberapa alasannya

Alasan penipuan online meningkat.

1. Akses mudah

Cukup modal hp atau laptop dan jaringan internet yang semakin murah dan mudah membuat orang mudah tergiur untuk bergabung.

2. Sulit Pelacakan

Semakin Ilmu terasah pihak berwajib atau polisi cukup sulit melakukan pelacakan

3. Hasil yang menggiurkan

Hasil penipuan tentu tidak terbatas bahkan bisa sampai milyaran dalam hitungan detik, Itulah mengapa orang-orang mudah terhasut untuk masuk.

4. Hasil Cepat

Nah ini yang paling bahaya iming-iming tentu menghasilkan sesuatu yang instan

5. Bisa dilakukan dimana saja

Tak perlu tempat atau kantor yang rumit cukup yang memiliki jaringan atau sinyal internat bagus bisa langsung beraksi 

6. Ilmu dan trik yang melimpah

Internet memudahkan sesuatu untuk mencari informasi termasuk ilmu penipuan, ini salah satu dampak negatif internet juga.


Nah tidak heran penipuan semakin merajalela dengan begitu banyak godaan dan kemudahan. Nah teman-teman agar tidak mudah tertipu, berikut admin share beberapa modus trik atau cara yang mereka sering yang sering digunakan untuk penipuan online. 

Admin tahu karena admin sering hampir kena tipu dan Alhamdulillah karena sedikit jeli maka tidak sampai harus transfer namun paling parah data admin sempat terkirim kepada mereka. Jadi jika ada yang mengatas namakan seseorang jangan mudah percaya ya.

Langsung saja berikut Modus Trik penipuan online

1. Tahap Pertama Mencari data.

Cukup salut juga karena mereka benar-benar akan riset terlebih dahulu, coba ini dipakai untuk sesuatu positif seperti jualan online sayang banget dipakai penipuan.

Riset data pertama adalah sosial media

Mereka akan mencatat hal-hal data seperti ini Nama, Kontak dan ini bukan hanya kontak pribadi juga kontak teman hingga saudara anda. Baik itu Facebook, Twitter, Instagram semua berpeluang kena mata-mata mereka

Riset langsung dengan cara menghubungi langsung

Setelah kontak didapat, mereka akan mulai berpura-pura menjadi teman hingga saudara anda. Dengan mengambil photo dari sosial media langsung mereka akan berpura-pura sok akrab layaknya teman atau saudara. 

Mereka menghubungi langsung bisa menggunakan WhatApps, Email, Messenger sosial Media, hingga Telephone.

Bahaya  satu kontak yang didapat akan merembet ke kontak lain yang masuk dalah jaringan atau lingkarannya. 

Caranya begini, Pertama mereka bikin sosial media palsu teman atau saudara anda, tentu dengan mengambil photo dari sosial medianya. Kemudian bepura-pura seperti akun baru, kena hack, atau lupa pasword kemudian berpura-pura minta kontak nomer telephone anda.

Nah itulah cara mereka mendapatkan nomer kontak kita, dan mereka akan menggunakan cara yang sama kepada yang lain.

Pada tingkat pertama penipu mereka akan langsung merencakan penipuan langsung di sosial media namun bagi yang cukup ahli mereka akan masuk ke tahap selanjutnya. setelah kontak hp didapat mereka barulah beraksi.

2. Modus alasan minta Bantuan

Setelah nomer kontak didapat dari chat sosial media, Karena mereka sudah cukup mendapatkan data, seperti nama teman atau saudara kita. Mereka kini mulai melancarkan serangan.

Mereka akan langsung berbicara akrab, Misal sapaan kita lalu alasan menghubungi, misal begini

Halo Gus, Bisa minta tolong ga? ( Disini kita mungkin akan berprasangka bahwa itu kontak dari teman atau saudara yang mengenal kita, karena meraka tahu kontak kita dan nama kita, padahal sudah riset dari sosial media dan minta kontak hp di messenger sosial media dan biasanya akan kontak beberapa hari dari saat meminta kontak tersebut agar tidak dicurigai orang yang sama)

Kita mungkin akan menjawab, Ini siapa ya? ( Karena tentu kontak baru)

Penipu akan menjawab, Ini Asep gus, Hape rusak jadi nomer baru ( pura-pura pasang photo asep yang diambil dari sosial media, Sampai sini tentu kita tidak akan curiga)

Oh ya kenapa gus? 

Penipu akan menjawab, Ibu gue kecelakaan dan kebetulan gue tidak bawa uang atau lagi ga ada uang bisa minta pinjem dulu ga?

Nah berikut modus alasan minta bantuan yang sering.

- Ibu, Kakak, Saudara kecelakaan butuh sesuatu mendesak sambil mengirim photo-photo kecelakaan yang diambil dari google

-Sedang dikantor polisi karena kecelakaan bisa bantu transfer dulu, sambil ada temannya yang mengaku menjadi polisi

- Sedang dirumah sakit, lalu ada yang berpura-pura jadi receptionist atau dokter

-Sedang di jalan dan kecelakaan, ambil photo dari google biar meyakinkan.

Nah disini kita diarahkan kesesuatu yang darurat, Karena mereka sudah dapat kontak kita dan tahu data kita membuat kita curiga.

Jadi pastikan jika ada kontak baru yang mengaku seseorang coba konfirmasi terlebih dahulu walaupun mereka tahu data kita.

3. Tahap Ketiga keterdesakannya.

Nah setelah kita cukup panik dan merasa tidak enak karena yang menghubungi kita seoalah teman atau saudara. Mereka akan makin mendesak kita agar kita buru-buru mengirimkan bantuan.

- Gus bisa tolong transfer dulu neh Ibu harus segera dioperasi

-Gus bisa tolong transfer neh harus segera dibawa ke rumah sakit

-Gus bisa tolong neh tidak bawa uang sama sekali.

Tentu membuat kita tidak pikir panjang apalagi yang kena adalah orang tua yang gampang panik ketika anaknya terjadi sesuatu. Jadi coba kasih tahu ke orang tua tentang modus ini.



Nah berikut Tipsnya agar tidak kena tipu online

1. Jika ada kontak baru yang menghubungi atau sosial media baru yang menghubungi selalu kroscek dulu, coba chat dulu ke kontak lamanya apakah betul, biasanya masih aktif

2. Jangan mudah panik

Walaupun terdengar berita urgen tetap jangan mudah panik, coba tenangkan dan coba tanya ke orang terdekat lalu kroscek ke yang dijadikan korban

3. Jangan mudah memberi kontak atau data diri

Nah ini yang berbahaya semakin mudah data kita didapatkan semakin mudah menjadi inceran dan data merupakan gerbang utama untuk mulai penipuan


Baca juga Cara Melacak HP Hilang Melalui Email, Nomor HP, Nomor IMEI, dan Whatsapp